Hasil Pemeriksaan TA BBWS Brantas: Proyek P3-TGAI HIPPA Rabasan Indah Tak Sesuai Juknis, Direkomendasikan Dibongkar
SAMPANG | Dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Hippa Rabasan Indah, di Dusun Asem Raya, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, akhirnya mendapat tindak lanjut dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Tenaga Ahli P3-TGAI BBWS Brantas, Roif Fitrianto, ST, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap pekerjaan yang sebelumnya disorot karena diduga tidak mengacu pada shop drawing dan petunjuk teknis (juknis).
Dari hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan masih terdapat sejumlah titik pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan teknis, atas temuan tersebut, Roif Fitrianto, ST merekomendasikan agar bagian-bagian pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi segera dibongkar dan dikerjakan ulang sesuai gambar kerja.
"Rekomendasinya, titik-titik yang tidak sesuai harus dibongkar dan diperbaiki sesuai juknis," ujar Roif usai melakukan pemeriksaan di lokasi. Senin (20/07)
Menurutnya, rekomendasi tersebut wajib ditindaklanjuti oleh pelaksana pekerjaan, apabila tidak ada perbaikan sesuai hasil evaluasi teknis, dikhawatirkan proses pencairan dana termin kedua tidak dapat direalisasikan karena pekerjaan belum memenuhi persyaratan teknis.
Langkah tersebut merupakan bagian dari pengawasan agar proyek yang dibiayai melalui APBN benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas, sesuai spesifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, pihak yang disebut sebagai pelaksana, Akrom, melalui Usman, telah dimintai keterangan terkait hasil pemeriksaan Tenaga Ahli BBWS Brantas, namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi.
Sebelumnya, Angkat Berita mengungkap dugaan pelaksanaan proyek P3-TGAI di Desa Gulbung yang tidak sepenuhnya mengacu pada shop drawing, khususnya pada pekerjaan pondasi pasangan batu.
Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung oleh Tenaga Ahli BBWS Brantas, yang kini berujung pada rekomendasi pembongkaran terhadap bagian pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis. ( red )
